haruskah begini??

REALITA SEBUAH BANGSA

Suatu kali ada sebuah iklan yang memperlihatkan ekspresi wajah seorang bapak-bapak yang sedang menangis. Ternyata bapak tersebut menangis karena mendapatkan bertumpuk-tumpuk uang di atas meja dapur rumahnya, mungkin itu tangisan kegembiraan. Uang itu merupakan hadiah dari salah satu bank konvesional. Dan pada akhirnya kamera memperlihatkan uang yang menumpuk itu bapak beserta anak dan istrinya tersenyum dan tertawa gembira.

Selain berupa uang, bank konvensional tersebut menawarkan bermacam-macam hadiah yang bernilai jutaan rupiah mulai dari mobil hingga motor. Seakan-akan hadiah tersebut dengan mudahnya didapat. Tentu ada syaratnya utuk mendapatkan haidah, yaitu dengan menambah saldo tabungan. Secara logika bagi yang penghasilannya besar dan serba kecukupan, untuk menambah saldo di bank tersebut tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi, bagi mereka yang berkehidupan pas-pasan tentu akan sulit untuk memenangkan hadiah tersebut karena bisa saja untuk makan saja harus berpikir dua kali, apalagi untuk menambah saldonya di bank. Jadi wajar saja bila kebanyakan yang memenangkan hadiah tersebut adalah orang-orang tertentu yang memang telah memiliki kehidupan yang jauh dari cukup.

Itulah potret dari perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. Gaya hidup palsu yang selalu diimpi-impikan oleh sebagian besar masyarakat bangsa ini. Inilah yang membentuk karakter manusia menjadi materialist yang selalu memuja uang dan kemewahan. Hal tersebut bisa disebut juga BUDAK HARTA!

Sekarang ini, banyak sekali program-program berupa kuis-kuis yang tidak mendidik dengan mengiming-imingi hadiah jutaan bahkan milyaran rupiah. Salah satu contoh konkretnya adalah kuis Deal or No-deal, Super Deal 2 Milyar, dan lain-lain dimana kuis tersebut mirip dengan judi dan spekulasi dengan dalih menjual, menukar, dll. Judi yang dibungkus rapi sehingga terlihat menarik yang akhirnya masyarakat tidak sadar akan hal tersebut. Cara permainannya pun mudah, hanya dengan menebak angka, lalu dengan deal-deal yang didramatisir oleh pembawa acara menyebabkan situasi menjadi tegang sehingga penonton pun ikut terbawa suasana.

Kuis-kuis semacam ini hanya membuat masyarakat terus bermimipi dan malas untuk berusaha. Seakan-akan rezeki dapat dengan mudahnya didapat dengan hanya memilih sebuah nomor. Di sisi lain, banyak masyarakat yang rela membanting tulang untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan menjadi pedagang koran, pedagang asongan, tukang semir, dan lain sebagainya. Sungguh ironis.

Satu lagi jika kita rasakan, tayangan sinetron dan infotainment merupakan racun bagi perekonomian bangsa ini. Kehidupan glamor dan penuh kemewahan yang selalu ditampilkan pada sinetron-sinetron dan infotainment dapat menciptakan kecemburuan sosial pada tingkat yang cukup tinggi. Lihat saja rumah dan mobil mewah, profesi atau jabatan yang diperankan oleh para pemain, yang selalu penuh kisah cinta dan romantika kehidupan, seakan-akan itulah gambaran masyarakat secara normal pada umumnya. Inilah yang menciptakan karakter-karakter manusia yang konsumerist dan materialist.

Melihat kondisi perekonomian bangsa ini sungguh meprihatinkan. Kesenjangan social semakin melebar dan seakan-akan sulit untuk menjembataninya. Ironisnya ada salah satu menteri, yang menurut suatu majalah yang mengulas masalah bisnis, merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Padahal rakyat Indonesia sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan.

Tidak perlu mengadakan survei secara detail mengenai masalah kemiskinan yang ada di Indonesia. Sempat terjadi perbedaan sumber data mengenai jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia antara data dari BPS dengan World Bank. Akan tetapi, kedua data tersebut tidak berarti bagi masyarakat karena yang diinginkan oleh masyarakat adalah realisasi dari janji pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Data tersebut hanya berarti bagi pemerintah karena hal itu merupakan indikator dari kinerja yang telah dilakukan selama memimpin negeri ini.

Berbagai macam kebijakan salah satunya dengan pemberian subsidi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat ekonomi bawah ternyata tidak efektif. Ternyata masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan haknya karena manajemen pendistribusiannya masih buruk. Selain itu, korupsi juga sudah seperti kanker ganas, yang ibaratnya sudah menyebar keseluruh tubuh bangsa ini sulit untuk diberantas.

Ada fenomena yang dapat menjelaskan keadaan bangsa ini. Yaitu, apabila pengusaha dan penguasa bersama-sama mengatur sebuah bangsa, maka rakyat akan menderita. Jika kita amati ternyata para pemimpin-pemimpin bangsa ini adalah para pengusaha. Yang paling jelas oleh mata kita adalah wakil presiden dan menkokesra. Berbeda dengan Rasulullah SAW dan para sahabat yang sebelumnya adalah pengusaha, tetapi setelah diamanatkan untuk memimpin umat hal itu ditinggalkan dan benar-benar menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. Jika Sahabat Abu Bakar ketika diberi amanat untuk menjadi khalifah beliau mengucapkan Innalillaahi wainnailaihiraji’un, sedangkan para pemimpin kita malah sujud syukur bahkan mengadakan syukuran secara mewah.

PERAN MAHASISWA

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kemewahan dan keduniaan telah menciptakan kesenjangan social yang sangat dahsyat. Sifat iri dan individualistic menyebabkan buta hati sehingga segala cara dilakukan untuk menumpuk harta.

Salah satu cara yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi permasalah ini adalah bersikap hidup sederhana. Dengan hidup sederhana, rasa iri dan individualistic akan musnah. Memberikan teladan yang baik dengan hidup sederhana kepada masyarakat dapat menciptakan ketenangan dan kedamaian. Ketenangan dan kedamaian inilah yang dapat disebut dengan kesejahteraan.

Mahasiswa sebagai agent of change harus dapat menjadi teladan dan dapat membaur dengan masyarakat. Melalui mahasiswalah bangsa ini mengalami perubahan dan pembaharuan. Mahasiswa dapat bergerak dibidang apa saja, baik itu melalui informasi, kegiatan sosial, dsb. Daya kritis dan idealisme mahasiswa harus selalu dipertahankan, sebab kedua senjata itulah yang dapat menciptakan peradaban yang lebih baik.

0 Responses to “haruskah begini??”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




it’s not me

Introducing

Assalammu'alaykum wr wb

pokoke di nikmati wae opo onone blog iki...oke..
ngapurane nek wonten sing kurang..
(pokoknya dinikmati saja blog ini apa adanya..baik..maaf jika ada kekurangan)

terima kasih sudah berkunjung..

Basil T.

 

November 2008
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Hijriah

Tausyiah of today

Orang yang pandai membaca Al Qur'an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)

Share



banner

jadwal sholat

your position

hit counter

free counters

daftar kategori

BOokS

Iklan Bisnis


Masukkan Code ini K1-C51D63-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com