Journey to The West: Jelajah Baduy (Cisimeut part 4)
Inilah pertama kalinya aku menjejakkan tanah di Kampung Baduy. Sebelumnya, hanya mendengarkan kisah tentang kearifan lokal suku Baduy yang pernah diceritakan oleh dosen waktu kuliah. Dan benar juga, masuk ke kampung Baduy udaranya sangat sejuk, berbeda dengan wilayah di luar sekitar Baduy. Hutannya juga masih asri. Tidak ada polusi dari kendaraan bermotor. Air masih jernih dan segar. Dan rumah-rumahnya juga tersusun rapi.
Waktu itu, aku diantar oleh Pak Enen. Sebenarnya sudah dari sekitar bulan Mei perjalanan ini, cuman baru sempat di upload sekarang. Dan perjalanannya juga tidak sampai ke Baduy Dalam, hanya sebatas Baduy Luar. Hanya sampai di jembatan bambu. Kalo ingin tahu tentang Baduy Luar & Dalam, bisa tanya mbah google.
‘Gunung Ulah dilebur, Lebak ulah dirusak‘
Tanpa banyak cincong, cekidot aja y..














subhanallah banget ya tempat tinggal disana, kekeluargaannya begitu erat, dan tingkat kekeluargaan kepedulian akan sesama amat terlihat, seandainya semua pemimpin2 kita mau dan mampu kerja bakti bersama membangun negeri ini dengan ikhlas tanpa pamrih seperti masyarakat didesa, pasti negeri ini sudah berdiri kokoh dengan pancang2 keikhlasan dari para pemimpinnya. mari lah kita doakan bersama untuk yang terbaik di negeri ini.amin
October 11, 2011 at 1:40 am
kita mesti banyak belajar tentang kearifan lokal dari warga-warga desa.
sayangnya indonesia tidak seperti negera jepang. keberadaan teknologi tdk membuat mereka lupa dengan kebudayaan dan adat istiadat.
indonesia ini kaya dan luar biasa. tapi tidak pede dengan potensi yang dimilikinya…..
November 7, 2011 at 9:17 am
asyik banget kayaknya journeynya mas..
January 8, 2012 at 5:38 pm